Oposisi Suriah Akan Bentuk Pemerintahan Transisi
sumber ; http://international.okezone.com
Rabu, 28 November 2012 14:02 wib
Presiden Bashar al-Assad terus dituntut lengser (Foto: Reuters)
KAIRO - Koalisi oposisi Suriah akan mengadakan pertemuan di Kairo, Mesir untuk membahas dibentuknya sebuah pemerintahan transisi. Pemerintahan transisi tersebut dianggap diperlukan untuk meraih bantuan dari pihak luar.
Adapun maksud pembentukan transisi ini sejalan dengan upaya mereka untuk rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah. “Pertemuan ini bertujuan untuk mencari kandidat perdana menteri untuk pemerintahan transisi yang akan dibentuk,” ujar salah satu pimpinan dalam koalisi oposisi Suriah, Suhair al-Atassi, seperti dikutip Reuters, Rabu (27/11/2012).
Atassi menyatakan, nama kandidat tersebut nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan antara koalisi oposisi dengan kelompok yang menamakan dirinya “the Friends of Syria” (Teman-Teman Suriah). "The Friends of Syria" merupakan kelompok negara-negara yang memberikan dukungan terhadap perjuangan pihak oposisi di Suriah.
Ada beberapa tokoh yang dijagokan meraih posisi perdana menteri dan memimpin pemerintahan transisi untuk Suriah. Beberapa tokoh yang dicalonkan antara lain mantan Perdana Menteri Riad Hijab dan mantan Menteri Pertanian Asaad Mustafa.
Saat ini konflik internal di dalam tubuh koalisi oposisi masih seringkali terjadi. Konflik tersebut terjadi antara kelompok islam dengan kelompok sekuler dimana kedua kubu seringkali memperebutkan posisi-posisi vital dalam koalisi. Friksi pun dilaporkan juga terjadi antara tokoh oposisi yang berada di luar Suriah dengan para pejuang yang bertempur di lapangan.
“Kami memiliki banyak perbedaan pendapat dengan koalisi oposisi, namun asalkan mereka dapat menyediakan bantuan militer untuk perjuangan kami saya tidak akan protes,” ucap prajurit oposisi, Abu Nidal Mustafa.
Untuk menjembatani perbedaan yang dimiliki antara pihak oposisi yang berada di luar suriah dengan yang berada di lapangan, mantan Perdana Menteri Riad Hijab pun diminta untuk dapat menjadi penengah.(faj)
Adapun maksud pembentukan transisi ini sejalan dengan upaya mereka untuk rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah. “Pertemuan ini bertujuan untuk mencari kandidat perdana menteri untuk pemerintahan transisi yang akan dibentuk,” ujar salah satu pimpinan dalam koalisi oposisi Suriah, Suhair al-Atassi, seperti dikutip Reuters, Rabu (27/11/2012).
Atassi menyatakan, nama kandidat tersebut nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan antara koalisi oposisi dengan kelompok yang menamakan dirinya “the Friends of Syria” (Teman-Teman Suriah). "The Friends of Syria" merupakan kelompok negara-negara yang memberikan dukungan terhadap perjuangan pihak oposisi di Suriah.
Ada beberapa tokoh yang dijagokan meraih posisi perdana menteri dan memimpin pemerintahan transisi untuk Suriah. Beberapa tokoh yang dicalonkan antara lain mantan Perdana Menteri Riad Hijab dan mantan Menteri Pertanian Asaad Mustafa.
Saat ini konflik internal di dalam tubuh koalisi oposisi masih seringkali terjadi. Konflik tersebut terjadi antara kelompok islam dengan kelompok sekuler dimana kedua kubu seringkali memperebutkan posisi-posisi vital dalam koalisi. Friksi pun dilaporkan juga terjadi antara tokoh oposisi yang berada di luar Suriah dengan para pejuang yang bertempur di lapangan.
“Kami memiliki banyak perbedaan pendapat dengan koalisi oposisi, namun asalkan mereka dapat menyediakan bantuan militer untuk perjuangan kami saya tidak akan protes,” ucap prajurit oposisi, Abu Nidal Mustafa.
Untuk menjembatani perbedaan yang dimiliki antara pihak oposisi yang berada di luar suriah dengan yang berada di lapangan, mantan Perdana Menteri Riad Hijab pun diminta untuk dapat menjadi penengah.(faj)

.jpg)


Leave Comments