Pengungsi Suriah Ditembaki Mortir
sumber; http://international.okezone.com
Rabu, 28 November 2012 15:12 wib
Krisis masih terjadi di Suriah (Foto: Reuters)
AMMAN - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebutkan, pengungsi Suriah yang berusaha menyeberangi perbatasan negara itu dengan Yordania ditembaki oleh mortir. Tidak diketahui pihak mana yang menenmbakkan mortir tersebut, tentara pemerintah atau pejuang oposisi Suriah.
Pemimpin misi kemanusiaan PBB di Suriah Valerie Amos mengatakan, mortir tersebut ditembakkan untuk mencegah para pengungsi untuk kabur ke luar wilayah Suriah. “Kita harus mencapai kesepakatan dengan semua pihak dalam konflik untuk tidak melakukan serangan ke arah pengungsi," Sebut Amos, seperti dikutip Reuters, Rabu (28/11/2012).
Amos menyebut pertempuran yang terjadi di Suriah makin lama makin memburuk, membuat banyak warga di sana memutuskan untuk pergi mengungsi ke negara-negara tetangga Suriah. Diperkirakan sekitar 500 ribu warga telah menyeberangi perbatasan yang dimiliki suriah dengan Turki, Libanon, Yordania dan Irak.
Tembakan mortir tersebut terjadi di dekat tempat pengungsian di kota Zataari, Yordania. Tempat pengungsian di Zataari sendiri menampung sekitar 30 ribu pengungsi Suriah, setengah jumlah tersebut terdiri dari pengungsi anak-anak.
Amos mengatakan, kebanyakan pengungsi mengalami tekanan mental yang diakibatkan oleh konflik. “Para pengungsi memiliki emosi yang buruk, mereka jelas sekali mengalami trauma," jelas Amos.
PBB sendiri menyatakan kebanyakan pengungsi konflik Suriah masih berada dalam wilayah negara tersebut. PBB menghitung saat ini terdapat sekitar 2,5 juta pengungsi yang tersebar di seluruh wilayah Suriah. Angka tersebut diperkirakan dapat meningkat menjadi empat juta orang apabila konflik tidak secepatnya berakhir.
Dalam laporannya PBB menyatakan, bantuan yang diberikannya hanya dapat mencukupi kebutuhan dari sebagain pengungsi di Suriah. Banyak bantuan dari luar yang dihambat penyalurannya oleh pemerintah Suriah. mereka bahkan terkadang merampas bantuan tersebut untuk digunakan oleh pihak pemerintah Suriah sendiri.(faj)
Pemimpin misi kemanusiaan PBB di Suriah Valerie Amos mengatakan, mortir tersebut ditembakkan untuk mencegah para pengungsi untuk kabur ke luar wilayah Suriah. “Kita harus mencapai kesepakatan dengan semua pihak dalam konflik untuk tidak melakukan serangan ke arah pengungsi," Sebut Amos, seperti dikutip Reuters, Rabu (28/11/2012).
Amos menyebut pertempuran yang terjadi di Suriah makin lama makin memburuk, membuat banyak warga di sana memutuskan untuk pergi mengungsi ke negara-negara tetangga Suriah. Diperkirakan sekitar 500 ribu warga telah menyeberangi perbatasan yang dimiliki suriah dengan Turki, Libanon, Yordania dan Irak.
Tembakan mortir tersebut terjadi di dekat tempat pengungsian di kota Zataari, Yordania. Tempat pengungsian di Zataari sendiri menampung sekitar 30 ribu pengungsi Suriah, setengah jumlah tersebut terdiri dari pengungsi anak-anak.
Amos mengatakan, kebanyakan pengungsi mengalami tekanan mental yang diakibatkan oleh konflik. “Para pengungsi memiliki emosi yang buruk, mereka jelas sekali mengalami trauma," jelas Amos.
PBB sendiri menyatakan kebanyakan pengungsi konflik Suriah masih berada dalam wilayah negara tersebut. PBB menghitung saat ini terdapat sekitar 2,5 juta pengungsi yang tersebar di seluruh wilayah Suriah. Angka tersebut diperkirakan dapat meningkat menjadi empat juta orang apabila konflik tidak secepatnya berakhir.
Dalam laporannya PBB menyatakan, bantuan yang diberikannya hanya dapat mencukupi kebutuhan dari sebagain pengungsi di Suriah. Banyak bantuan dari luar yang dihambat penyalurannya oleh pemerintah Suriah. mereka bahkan terkadang merampas bantuan tersebut untuk digunakan oleh pihak pemerintah Suriah sendiri.(faj)

.jpg)


Leave Comments